Sabtu, 24 Mei 2014

IT’S ABOUT HIGH HEELS AND LOVE :D

Judul : Geek in High Heels
Penulis : Octa N. H.
Jenis Buku : Novel
Penerbit : Stiletto Book
Cetakan : I, Desember 2013
Halaman : 205
Nomor ISBN : 978-602-7572-20-1
Harga : Rp 36.000





Setiap wanita tentu memiliki pendapat mengenai usia dan pernikahan. Beberapa menganggap usia awal 20 adalah usia yang ‘tepat’ untuk menikah sehingga mulai resah lalu memaksakan diri untuk menikah (dengan menerima pria ‘apa adanya’). Beberapa lainnya menganggap status single bahkan jomblo (belum memiliki sekedar calon pendamping) di usia 27 tahun sebagai hal yang wajar karena usia tersebut masih tergolong muda. Golongan ini juga lebih memilih untuk jomblo, sampai menemukan orang yang tepat –orang yang dicintainya dan mencintainya.

Terus lo yakin mau nikah sama orang kayak gitu?
Nggak juga sih. Tapi gue harus nikah.
Kata siapa lo harus nikah?
Semua orang begitu.
Gue nggak.

Orang diantara golongan tersebut adalah Athaya.


Tokoh utama dalam novel ini adalah Athaya, seorang freelancer web designer, yang sangat tergila-gila pada high heels. Pengen bukti kalau Athaya sangat geek dengan high heels? Pertama, saat sedih, Athaya menerapi dirinya dengan membeli high heels (that’s why, jumlah sepatu Athaya berbanding lurus dengan tingkat depresinya :D). Lalu, memandangi sepatu-sepatunya (dari yang warnanya normal sampai yang abnormal, misal oranye, kuning terang, dan shocking pink) dalam waktu yang cukup lama, untuk membuat perasaan dan mood-nya membaik. Kedua, Athaya merasa memulai hidup baru setiap kali mencium bau sepatu barunya. Bahkan dia berkata pada sepatu-sepatunya, “Selama sepatu yang sexy seperti lo ini masih diproduksi, selama itu hidup gue bakal indah. Long live and prosper, Christian Louboutine!” Athaya pun terserang shoe fetishism. Bagaimana bisa meletakkan sepatu baru berwarna kuning terang di sebelah laptop dapat membuatnya lebih berkonsentrasi bekerja? *-_-*


Novel ini menceritakan pandangan-pandangan mengenai makna pernikahan (yang menurut saya ‘inilah sebenarnya maksud dilakukannya pernikahan’, bukan seperti yang terjadi saat ini, pernikahan yang dikarenakan ‘kewajiban’), cinta segitiga -antara Athaya, Ibra, seorang workaholic yang beraktivitas secara sangat teratur, termasuk berkencan, dinner, dan mengunjungi toko kue dengan Athaya, dan Kelana, seorang penulis novel yang seperti demit-, dan tentunya high heels (yang ternyata jenisnya banyak, diantaranya pump shoe, peep toe, dan silahkan baca sendiri :P).


Novel ini pun menceritakan keputusasaan Athaya saat menjelaskan keadaannya yang masih jomblo pada keluarga besarnya, terutama Tante Rina yang selalu menanyakan jodoh (tokoh yang kepo banget sama kehidupan orang lain, padahal orang tua Athaya, biasa aja tuh Athaya masih single dan jomblo! Apalagi sampai berusaha menjodohkan Athaya dengan dokter yang sepatunya ‘mengerikan’ *huhuhu, ga terimaaaaaa!*). Hingga membuatnya mem-post mengenai dirinya yang mencari calon suami (ya, seakan-akan dia menawarkan dirinya untuk dilamar sekaligus membuatnya terlihat desperate) karena menurutnya cinta bisa dicari.


Cerita dalam novel ini menarik (meski ‘don’t judge the book from the cover’ berlaku, tapi dari awal lihat cover novel ini, saya yakin kalau novel ini bagus (dan ternyata memang bagus :)), cover nya sangat colorfull dan girlie –apik), sehingga typo (sangat sedikit kok :)) yang ada tidak terlalu mengganggu. Terlebih saat Kelana sering sekali mendadak tidak bisa dihubungi dalam waktu yang lama. Pengin tahu bagaimana akhir cerita cinta Athaya? Baca sendiri aja ya :D.


Novel ini juga menyiratkan pesan pada pembaca bahwa cinta dan kebahagiaan lebih penting daripada pernikahan (recommended buat para wanita yang merasa berada pada deadline menikah, ‘hey, you should give your heart to your right man, not to ‘right’ time’ :D).

Emang apaan lagi yang lo cari?
Cinta.
And happiness.
Semuanya tentang perasaan gue
. My feeling. Bukan tentang apa yang orang-orang harapkan dari gue, atau yang orang-orang mau lihat dari gue. Apalagi tentang apa yang mereka inginkan agar gue lakuin.”

Maksudnya, jangan sampai kita menikah hanya karena orang-orang mengharapkan kita menikah karena usia kita tidak lagi ‘muda’. Menikahlah karena dengan menikah kita merasa bahagia karena saling mencintai dan dicintai *uhuk-uhuk* :).


Liebster Award :)

Hello bloggy! :)

Gilaaa, sudah lama sekali ya saya nggak nge-blog, hampir sebulan lho 'berhenti' nulis :D.

Well, sebenarnya ada banyaaaaak hal yang mau saya tulis, tapi mood nya datang dan pergi *sedih gara-gara pengen bisa nulis saban hari (tanpa ikut mood), tapi tetap nulis dari hati*

Oke, saya akan 'mengawali' nulis ini dengan award, LIEBSTER AWARD.


Jujur ya, saya kaget waktu tau Mbak Widyanti Yuliandari memberi saya award ini kemarin (tapi berhubung baru bisa online hari ini, akhirnya saya baru bisa menulis di blog hari ini untuk mengerjakan 'soal' dan tentunya menyampaikan kegembiraan hati saya yang luar biasa :D :D :D), sebagai tanda cintanya (pada saya, seorang pendatang baru di dunia blog :D). Bayangkan saja, saat nyaris sebulan berhenti nulis di blog, saya malah mendapat award.

Sebenarnya, saya tahu liebster award saat saya blog walking ke blog Kak Meta Hanindita dan menemukan ini. Dan seketika, saya pengen banget bisa dapat liebster award juga suatu waktu nanti. Eh tapi nggak disangka dan nggak dinyana, saya mendapatkan liebster award sekarang, sekitar 3 bulan setelah saya memimpikan mendapat award ini :D :D :D.

Thank you so much ya Mbak Widyanti Yuliandari! :* *shake hand, peluk, dan cium*

Apa sih sebenarnya liebster award?

Menurut http://cumakatakata.wordpress.com/2012/09/19/the-liebster-award/ (hasil dari bertanya pada opa google :D), liebster award adalah award yang diberikan untuk blog yang minimal memiliki 200 pengikut/follower.

Lho tapi pengikut saya belum mencapai 200 *ngomong ke diri sendiri*. Eh tapi kan memang kata Mbak Widyanti Yuliandari, dia memang memberi award pada blogger yang belum memiliki posting liebster award *njawab sendiri :D*. Ya kali aja gitu ya, setelah dapat award ini, jumlah pengikutku sebelas-dua belas sama follower instagramnya Dian Pelangi yang mencapai sejuta umat :D :D :D.

Bagaimana kalau sudah dapat liebster award?

Blogger yang telah menerima liebster award SEBAIKNYA juga melaksanakan 'tugasnya', masa iya cuma seneng-seneng karena sudah dapat penghargaan, Duta Anti Narkoba aja punya tanggung jawab mengampanyekan "SAY NO TO DRUGS!", Duta Lingkungan Hidup pun juga punya tanggung jawab mengampanyekan "SAVE THE EARTH!" :D.

Tugas penerima liebster award mudah kok, nggak perlu kampanye-kampanye atau bahkan sampe blusukan-blusukan :D, yaitu (copy-paste dari blog Mbak Widyanti Yuliandari):

1) postingkan tentang liebster award di blog;

2) say thanks pada yang memberikan award dan sertakan back link ke blognya;

3) share 11 hal mengenai diri Anda;

4) jawab 11 pertanyaan yang diberikan oleh pemberi award;

5) pilih 11 blogger untuk menjadi penerima award darimu;

6) beri mereka (penerima award darimu) 11 pertanyaan tentang apa saja deh yang Anda ingin ketahui dari mereka.

Hihihi, mudah kaaan tugasnya? :D

Sekarang, saya akan membocorkan sebelas hal tentang diri saya. Ohya, sebenarnya saya sudah pernah menuliskan hal serupa dengan ini, tapi hanya sembilan. Jadi di bawah ini, saya sampaikan poin-poinnya saja ya, penjelasannya silahkan bloggy buka di sini, kecuali nomer sepuluh dan sebelas, akan saya jelaskan langsung di bawah ini :D.

1. I'm in love with everything, that's sooooo girlie
2. Saya suka keromantisan
3. Saya tidak menyukai 'tantangan'
4. Saya ingin mendapat beasiswa untuk program Magister Profesi dan Sains Psikologi
5. Saya heboooh
6. Saya ingin berpola hidup sehat (lagi)
7. Saya ingin memiliki sekolah
8. Saya ingin membangun masjid
9. Saya sedang berusaha menjadi penulis
10. Saya sangat suka mengajar anak-anak karena ..........
11. Saya menyukai ketertiban dan tekun, meski begitu, saya ramah, nggak menakutkan kok :D :D :D *jadi, hapuskan bayangkan seorang wakil kepala sekolah bagian tamtib yang kaku, serius, dan kalau sedang berpikir, lipatan dahinya mencapai sepuluh!*. Baca saja ini :).

Oke, tugas ketiga saya sudah saya laksanakan, sekarang, saya akan menyelesaikan tugas saya keempat, yaitu menjawab soal-soal dari pemberi award *jadi kangen kuis, UTS, dan UAS :P* :D

1. Apa sih yang paling Anda sukai dari diri Anda sendiri?

Ke-perfectionist-an saya.

Kata banyak orang, saya seorang perfectionist, saya nggak suka mengerjakan berbagai hal ala kadarnya. Saya maunya yang detail, yang wah, yang keren, dan yang spektakuler. Dengan ini, saya bisa selalu maksimal dalam melakukan sesuatu (menurut 'kacamata' saya, tapi banyak orang yang berpendapat demikian juga, malah ada yang merasa hasil saya keren, padahal menurut saya biasa-biasa saja) sehingga ketika bekerja untuk kelompok, banyak yang sudah merasa puas.

Tapi, sifat inipun membuat saya kadang lambat bekerja, karena dalam bertindak, saya terlalu banyak pertimbangan/sangat hati-hati dalam membuat keputusan. Alhamdulillahnya ya, saya nggak bekerja sebagai dokter yang terkadang membutuhkan penanganan/tindakan cepat untuk menyelamatkan nyawa.

Selain itu, sifat saya ini membuat saya 'berprinsip' mending nggak daripada hasilnya standart (banget). Saya tahu itu nggak baik, dan saya sedang berusaha memperbaikinya. Karena saya sekarang telah menyadari, bahwa sedikit tapi terus-menerus akan mengantarkan kita pada banyak hal yang luar biasa. Lakukanlah semampumu sebaik mungkin (tanpa memaksakan diri/ngoyo karena kapasitas kita (jauh) di bawah impian kita)! :)

2. Apa bahagia menurut Anda?

Bahagia adalah saat kita bisa memberi manfaat kepada orang-orang di sekitar kita. Belanja sampai puas, uang yang banyaaaaak banget, rumah yang besaaaaar banget, dan kekayaan lain yang yakin nggak habis sampai kita meninggal tanpa ada limit, mungkin terlihat membahagiakan. Tapi bagi saya, memberi dan melakukan kegiatan sosial jauh lebih bisa membuat saya bahagia.

Kita hidup memang butuh harta, tapi mereka bukan segala-galanya.

Porsi seimbang antara kehidupan untuk orang lain dan diri sendiri akan membuat kita bahagia :).

3. Andai Anda tokoh kartun, kira-kira akan menjadi siapa?

Doraemon! :)

Sampai sekarang, saat usia saya sudah 22 tahun, saya masih suka doraemon. Bahkan, kalau ada waktu, saya masih menonton doraemon di RCTI di hari Minggu pukul 08.00 :D.

Karena Doraemon dapat mengeluarkan apa saja dari kantongnya. Saya ingin bisa mengeluarkan apapun untuk menolong dan membahagiakan orang-orang di sekitar saya :).

4. Kalau ada yang mau kasih hadiah dan Anda dibolehkan memilih, mau minta apa hayoo?

Rumah! :)

Saya ingin komunitas save Street Child Surabaya memiliki rumah sebagai basecamp sehingga tidak perlu mengontrak rumah, pindah-pindah jika masa kontrak telah berakhir -tetapi pemilik rumah tidak ingin memperpanjang masa kontrak rumah-, dan pastinya mengeluarkan uang banyak untuk mengontrak rumah yang semakin lama harganya semakin meningkat. Saya ingin uang untuk menyewa rumah digunakan untuk tambahan membantu adik-adik jalanan dan marjinal agar mereka dapat hidup lebih layak.

saya nggak tau ya, apakah ini wajar/tidak. Yang jelas, saya selalu merasa sangaaaaat kasihan sampai-sampai saya nggak nafsu 'foya-foya' karena ingat mereka. Rasanya ingin semua yang saya miliki untuk mereka. Ya seperti hidup saya, saya dedikasikan bagi mereka begitu...

5. Jika seandainya dilahirkan kembali, dan boleh memilih Anda memilih dilahirkan sebagai siapa?

Sebagai Bill Gates karena dia nggak gampang menyerah sehingga mengantarkannya menjadi orang terkaya di dunia saat ini. Dengan kekayaan yang demikian banyak, saya tentunya dapat memberi orang-orang yang membutuhkan dengan jumlah uang yang buanyak.

6. Makanan paling enak versi Anda itu apa?

Sate ayam :D. Dari dulu sukaaaaa banget sama sate ayam, mau dikasih sate ayam berapa tusuk pun rasanya saya kuat menghabiskannya :D.

7. Kapan sih pertama kali ngeblog dan kenapa?

Kalau nggak salah dari tahun 2011, tapi karena saat itu isinya nggak bermutu, saya hapus deh posting-postingnya, dan mulai belajar rajin nge-blog yang berkualitas (versi saya :D) pada akhir tahun 2012.

Dulu niat awalnya buat gaya-gaya *hahaha, anak labil*, rasanya keren gitu punya 'www.anugrahrahmayani1.(blogspot.)com' :D.

8. Kalau kehabisan ide tulisan biasanya apa yang dilakukan?

Sejauh ini, saya nggak pernah kehabisan ide, saya HANYA bingung mau menulis apa dan bagaimana menuliskannya tanpa terkesan random. Saya ini orangnya cerewet banget, makanya pengen jadi penyiar dari SMP, tapi sampai sekarang belum kesampaian. Makanya kalau bloggy cermati tulisan-tulisan saya di blog ini ataupun di tumblr (sempet pendah ke tumblr gara-gara waktu itu katanya yang nge-hits tumblr -.- *labil lagi*), sering banget judul sama isinya kadang jauh banget tersambungnya, maunya cerita A, ealah mampir-mapir sampai ke Z :D.

9. Jika Tuhan memberi 1 saja kesempatan untuk berdoa dan menjamin akan dikabulkan, Anda berdoa apa?

"Ya Allah, berilah hamba kesempatan untuk membahagiakan orang-orang di sekitar hamba sampai hamba meninggal". Doa yang intinya saya 'tidak mengizinkan' Allah memberi kesedihhan sedikitpun pada orang tua, keluarga, dan siapapun, baik yang saya kenal ataupun tidak, bahkan pada orang-orang yang kami tidak saling mengenalnya. Saya ingin semua orang senyum bahagia, tanpa kesdihan dan tanpa kekecewaan.

10. Sebutkan satu saja lagu favorit dan kenapa?

Rangkaian Kata by Gita Gutawa. Lagunya menyentil semua orang untuk nggak cuma manis di mulut, cuma memberi harapan.

Memang, lagu tersebut ditujukan pada liar man. Tapi bagi saya, lagu tersebut bermakna luas.
Kamu..
Sempat buatku berpikir semua
Yang kita punya nyata
Kamu..
Dan semua kata-katamu semua
Palsu
Ke para calon pemimpin negeri ini juga bisa. Ayo, tepati janji Anda di masa kampanye! :D

11. Kalau misalnya ikut lomba blog, paling suka hadiahnya apa?

Apa ya? Saya ikut lomba bukan karena hadiah sih sebenarnya, saya ikut lomba dan kalau menang, cuma pengin punya prestasi. Jadi ada yang 'dibanggakan' gitu.

Jadi, hadiahnya piala, atau tropi, atau piagam gitu, intinya yang ada keterangannya kalau saya pemenangnya :).

Tugas kelima adalah pemberian award pada sebelas blogger. Hehehe, dan saya memilih *drum roll*:

1. Shefti Lailatul Latiefah http://sheilayla.blogspot.com/
2. Okke 'Sepatu Merah' http://blog.sepatumerah.net/
3. F. R. Ma'rifah Akhsan riffat-akhsan.blogspot.com
4. R. F. Ma'rifah Akhsan http://rusmaakhsan.blogspot.com/
5. Luckty Giyan Sukarno http://luckty.wordpress.com/
6. Amanda Tiara P. W. http://kotakgarisgaris.blogspot.com/
7. Robik Anwar Dani http://robikanwardani.blogspot.com/
8. Rossi S. Askhan http://zeilinrossi.tumblr.com/
9. Nurilla Iryani http://nurillairyani.com/
10. Octavani Nur Hasanah http://octavianinurhasanah.net/#sthash.v398bEMp.dpbs
11. Herlina P. Dewi http://secangkirkopimu.blogspot.com/

NB: Itu nggak ngayal kaaan, memberi penghargaan pada blogger yang sebagian besar penulis buku? Oke, semoga nggak salah! :D

Daaan, tugas terakhir adalah memberi sebelas pertanyaan pada sebelas orang penerima penghargaan dari saya. Tenang, soalnya mudah kok, sambil buka buku, googling, tanya siapa saja boleh kok, kan ini bukan UN, yang diawasi sama Densus 88 *seperti UN beberapa tahun yang lalu* :D.

1. 'Iri' (banget) sama perempuan yang seperti apa?

2. Mengapa (tolong jelaskan alasan Anda iri pada sosok perempuan yang telah Anda sebutkan di nomer 1!)?

3. Mending liburan ala koper walaupun jarang karena merogoh kocek yang dalam, atau liburan ala ransel saja, yang penting berlibur?

4. Mengapa (tolong jelaskan alasan Anda memilih berlibur ala koper/ransel!)?

5. Backpacker itu .....

6. Penulis itu .....

7. Perempuan itu harus .....

8. Barang-barang branded itu .....

9. Ilfil sama orang yang .....

10. Kejadian yang pengeeeeen banget terulang untuk kedua kalinya adalah .....

11. Pria idaman ku itu yang .....


Oke, dengan demikian, selesai sudah tugas saya sebagai penerima liebster award :). Selamat pada sebelas blogger yang terpilih dan selamat bertugas! *pakai style MC kompetisi-kompetisi* :D :D :D

Bye bloggy! :)

Kamis, 24 April 2014

Kebahagiaanku, Kebahagiaanmu, Bahagianya Kita :)

Hallo bloggy :)

By the way, do you still remember about these -bekel, gobak sodor, mariam-mariam, kucing dan tikus-?

Ya, itu semua adalah permainan-permainan tradisional, permainan-permainan saya dan mungkin beberapa bloggy mainkan saat masih kecil dan mungkin saat ini dirindukan.

Jujur ya, saya kangeeen sekali dengan permainan-permainan semacam itu, termasuk patekong, petak umpet, lompat tali karet, cublek-cublek suweng, dan entah apalagi namanya. Saya sangat merindukannya!

Seingat saya, permainan tradisional terakhir yang saya mainkan adalah bekel dan lompat tali karet saat saya kelas 2 SD.

Kasihan banget ya? Hahahaha, kata para volunteer pengajar Save Street Child Surabaya, masa kecil saya sangat kurang bahagia, masa permainan gratis gitu aja ga dimainkan :D.

Saya kalem aja dibilang begitu karena saya tidak pernah merasa kurang bahagia. Meski tidak punya waktu untuk bermain, saya merasa bahagia dengan masa kecil saya (dan sekarang tentunya).

Saya bahagia walau masa kecil saya dihabiskan untuk belajar ulangan harian yang tiada hentinya dan segala PR sekolah karena saya bisa bahagia karena mendapat nilai yang cukup baik (zaman SD-SMP, alhamdulillah, saya tidak bego-bego banget, tapi kalau SMA, jangan ditanya. Baca saja ini :(). Saya sadar kalau saya tidak cerdas, maka modal utama saya ya ketekunan supaya saya dapat berada di baris depan.

Mengapa saya bilang ulangan harian dan PR yang tiada henti?
Sejak TK hingga SMA, saya sekolah di Yayasan Pendidikan PT Kertas Leces Persero, yayasan milik pabrik tempat bapak saya bekerja, yaitu Taruna Dra. Zulaeha. Sekolah ini menerapkan ulangan harian dan pemberian PR setiap hari, dari jenjang pendidikan SD-SMA, dimana jadwalnya telah sangat terorganisir (jadi tidak ada istilah ulangan mendadak di sekolah saya). Setiap bulan, saya mendapat jadwal yang diketik dan ditandatangani kepala sekolah itu. Kemudian, saya menyalinnya di buku KOSS (baca Ko S S). Setiap hari, ibu saya tanda tangan di buku itu, pun bila ulangan dibagikan, lalu saya menuliskannya di buku KOSS itu.

Setiap bulan pun saya menerima laporan bulanan berisi nilai-nilai mata pelajaran hasil ulangan-ulangan harian dan PR saya. CUKUP dengan melihat nilai berwarna hitam di laporan bulanan itu, saya merasa bahagia :). Makin bahagia kalau mendapat uang banyak dan hadiah dari orang tua, hahaha, karena nilai-nilai saya. Pssst, orang tua saya tidak keberatan lho mengeluarkan uang Rp 10.0000 untuk nilai 100, Rp 9.000 untuk nilai 90-99, dan Rp 8.000 (kalau ga salah) untuk nilai 80-89, setiap ulangan harian untuk menyemangati saya belajar :). Zaman segitu, iming-iming segitu mah menggiurkan sekali :D. Bisa dibayangkan berapa rupiah uang yang saya dapatkan dari ulangan-ulangan harian saya yang saya 'rindukan' sekarang ini, jika dalam sebulan, jadwal ulangan harian saya mencapai 25 kali? :D :D :D

Aah, saya merindukan masa itu, walau mungkin terkesan menyeramkan :D...

Saya bahagia walau malam minggu saya dihabiskan untuk mengerjakan PR matematika, atau mengerjakan latihan-latihan soal atas inisiatif saya sendiri karena jika nantinya saat guru saya menjadikan soal-soal itu sebagai PR, maka saya dapat bebas dan merasa menjadi 'malaikat penolong' karena hasil pekerjaan saya akan keliling kelas :D.

Saya bahagia walaupun saya harus selalu bangun sangaaat pagi agar tidak terlambat sekolah, seperti yang saya ceritakan di sini karena dengannya, saya bisa menjadi teratur seperti saat ini :).

Saya bahagia walau liburan sekolah saya 'hanya' dihabiskan dengan makan Holanda Coco Bear sambil bercerita apa saja dengan orang tua saya.

Sungguh 'sederhana' hal-hal yang membuat saya bahagia, atau mungkin saya terlampau mudah menciptakan bahagia (?) :).


Apalagi setelah saya melihat keadaan adik-adik Save Street Child Surabaya yang keadaannya tidak 'lebih baik' dari saya. Mereka sering tidak masuk sekolah karena kelelahan berjualan, sedangkan saat di usia mereka, saya dapat belajar dan mengerjakan PR dengan semangat dan tenang karena tidak kelelahan telah berpanas-panas dan berhujan-hujan demi rupiah. Saya dapat sampai sekolah tepat waktu karena bisa istirahat cukup, tapi adik-adik ini sering terlambat masuk sekolah karena mereka masih mengantuk saat bangun pagi karena tidurnya sudah terlalu larut malam, menunggu dagangannya habis terjual semua.

Semua perbedaan antara keadaan saya dan adik-adik ini yang membuat saya makin bersyukur dengan masa kecil saya yang katanya kurang bahagia :).


Okeee, mari kembali ke cerita awal saya yaaa, mengapa saya mendadak bertanya tentang permainan tradisional di awal posting.

Selasa tanggal 22 April, saat saya mengajar adik-adik Save Street Child Surabaya di Taman Bungkul, kami memainkan permainan-permainan itu. Sebenarnya, kemarin adalah jadwal kami untuk belajar matematika, tapi karena ada huru-hara, akhirnya kami bermain bekel, dilanjut dengan kucing dan tikus, lalu mariam-mariam (lama tidak bermain mariam-mariam, saya sukses melupakan keberadaan permainan ini -.-).

Senaaang sekali rasanya bisa bermain permainan-permainan itu karena selain mengobati kerinduan memainkan permainan-permainan itu, saya, sesama volunteer pengajar, dan adik-adik menjadi lebih akrab dan kompak :D. Misalnya, saat kami bermain kucing dan tikus, kami bekerja sama melindungi 'tikus' agar tidak tertangkap 'kucing'. Dan, wooow, kami berhasil melindungi 'tikus' hingga membutuhkan waktu yang sangaaat lama untuk mengakhiri permainan ini karena 'tikus' berlari sangat gesit, bahkan hingga ada adik yang mengatakan, "Haduh, kesel aku mbak ngadek thok kaet maeng" (itu ejaannya benar ga ya? :D Artinya, "Haduh, aku capek mbak daritadi berdiri terus") :D.

Sungguh, kemarin malam adalah malam yang membahagiakan, kami banyak tertawa, bahkan kami dapat tertawa lepas.

Kami dapat sangat bahagia tanpa 'kemewahan', bagaimana denganmu bloggy? :)

Selasa, 22 April 2014

TENTH DAY: One CONFESSION

Haaai bloggy :D

Waw, ini hari terakhir saya ikut blog challenge!

Saya berhasil sepuluh hari nge-blog tanpa bolong (meskipun di menit-menit terakhir sebelum pergantian hari)! :D. Semoga setelah ini, saya bisa tetep rajin dan semangat nge-blog, menjadikan nge-blog sebagai salah satu aktivitas sehari-hari yang menyenangkan :).

Sebenernya, saya nge-blog untuk berlatih menulis. Saya masih ingin dan sangat berniat menjadi penulis. Saya memimpikan menjadi penulis sejak SMP. Seneng banget rasanya kalau tulisan kita bisa dibaca orang lain. Karena saya belum meluncurkan buku *nulis aja belum*, maka saya menulis di blog supaya orang lain bisa menemukan tulisan saya :D.



Oke, cukup sekian pengakuan saya :D.

Daagh, bloggy :)

Senin, 21 April 2014

NINTH DAY: Two EMOTIONS DESCRIBE My Life RIGHT NOW

Hello bloggy!

H-1 iniiiiii *bersemangat* :D

Akhir-akhir ini, saya merasakan bersalah dan sedih...

Mengapa merasa bersalah?

Saya merasa mudah lelah akhir-akhir ini. Sepertinya karena saya belum terlalu sembuh. Karena itulah, akhir-akhir ini, saya jadi lebih sering tidur, hari-hari saya terasa kurang produktif, saya juga menjadi sangat sensitif...

Saya jadi tidak punya waktu yang cukup adil untuk keluarga, Yunaraya, murid-murid saya, dan adik-adik Save Street Child Surabaya. Saya merasa melakukan hal-hal untuk mereka dengan sangat tidak maksimal :(. Saya sudah berusaha kuat, tapi ga bisa membuat saya dapat memberi lebih pada mereka semua seperti biasanya...

Sedih sekali rasanya saat saya secara tidak sengaja mengabaikan mereka hanya untuk tidur... Padahal moment-moment dengan mereka sangat saya nantikan. Misalnya, saat pagi, saya ingin segera siang agar dapat segera bertemu murid-murid saya dan menanyakan hari-hari mereka di sekolah. Tapi saat siang tiba, saya malah ingin segera tiba jadwal bertemu adik-adik Save Street Child Surabaya, rasa rindu pada mereka juga tidak kalah besar dengan murid-murid saya. Tapi ternyata saat itu tiba, saya ingin segera pulang agar dapat segera mengobrol seru dan rumpik dengan budhe dan sepupu saya. Tapi setelah sampai rumah, saya malah ingin segera tidur karena saya merasa sangat lelah. Padahal, saya masih harus mencicil printilan mengajar untuk mengajar besok. Akhirnya, besok pagi, saya dikejar-kejar waktu untuk segera menyelesaikan printilan itu sehingga 'mengabaikan' Yunaraya. Bangun pagi saya pun untuk Shalat Shubuh menjadi lebih siang. Saya tidak bisa lagi bangun dan tidak tidur lagi setelah Shalat Shubuh karena tubuh masih terasa sangat lelah. Bahkan, untuk memaksa tubuh agar tidak malas, saya mandi, tapi ternyata, setelah mandi, ga ada perubahan, badan saya malah ngilu-ngilu :(.

Pernah ya, saat Yunaraya ke tempat saya, saya malah 'asyik' mengerjakan printilan, padahal tempat saya dari kos Yunaraya itu sangat jauh, naik motor aja bisa butuh waktu sampai 45 menit.

Tapi saya bisa apa? :(


Mengapa saya merasa sedih?


Seperti yang bloggy tahu, saat ini Indonesia Mengajar memulai masa karantina Pengajar Muda VIII.

Betapa seringnya, twitter maupun facebook Indonesia Mengajar meng-update info mengenai calon pengajar muda VIII itu. Begitu pula dengan teman-teman yang saya temui saat seleksi tahap kedua. Facebook mereka terus meng-update perkembangan keberangkatan mereka ke Cisarua, tempat training mereka selama tujuh minggu.

Okelah ya kalau akun-akun Indonesia Mengajar yang meng-update karena saya tahu bahwa salah satu tugas mereka adalah 'promosi' supaya kedepannya mereka dapat menjaring generasi muda Indonesia yang semakin baik dan memperketat persaingan. Walau demikian, saya sempet yang kepengen unfollow account twitter Indonesia Mengajar yang rasanya setiap menit membuat hati saya tersayat *oke, ini lebay*. Tapi ga lah, saya masih mem-follow account Indonesia Mengajar dan sebangsanya, seperti Kelas Inspirasi, Indonesia Menyala, dan Jadi Pengajar Muda, karena melalui account-account mereka, saya selalu dapat mengembalikan semangat saya yang timbul tenggelam...

Tapi, yang saya ga habis pikir, mengapa teman-teman saya itu juga ikut update? Iya, itu memang hak mereka mau posting apa saja yang mereka mau di account social media mereka, tapi apa mereka ga memikirkan perasaan saya dan sekian ribu lainnya yang ga terpilih? Untuk apa mereka 'promosi' diri mereka?

Jujur, saat saya lolos ke seleksi tahap kedua dan 'mengalahkan' sekian ribu pendaftar lainnya, saya sangat berhati-hati menceritakan 'keberhasilan' saya itu. Saya takut ada pendaftar yang tidak lolos, yang sedih karena saya lolos.

Update mereka makin membuat saya sedih karena saya telah pernah hampir menjadi seperti mereka, tapi terhenti. Saya rasa, saya ga iri, tapi saya hanya sedih, seperti yang saya ceritakan di sini.

Bloggy, tolong doakan saya ya, supaya saya segera sembuh dan move on dari seleksi Pengajar Muda Indonesia Mengajar VIII :).