Selasa, 26 November 2013

BEING A MOTHER? SIAPA TAKUUUT :)

Judul : Don’t Worry To Be A Mommy!
Penulis : dr. Meta Hanindita
Penerbit : Stiletto Book
Halaman : 171



Buku keempat Meta Hanindita yang akhirnya berhasil aku dapatkan, baca, dan review berjudul DON’T WORRY TO BE A MOMMY!. Dari pertama lihat gambar sampul bukunya di google, sudah bikin ngiler buat beli. Asli, sampulnya menarik banget, colorfull! :) Alhasil, besoknya langsung cari di toko buku, ketemu, dibeli deh :). Langsung lanjut dibaca, masa bodohlah dikomentari ‘wah bacaanmu ibu-ibu banget’ atau ditanya sama sesama pembeli buku ‘wah, sudah mau punya anak ya?’. Nah loh, memangnya baca buku parenting nunggu sudah married dan jadi ibu? Gak kan, baca itu untuk nambah wawasan, jadi nanti kalau mengalami hal yang serupa, gak bakal bingung atau bahkan takut karena gak ngerasa sendiri. Tuh buktinya, penulisnya juga ngalamin. Buku karangan Meta ini kan berdasarkan pengalamannya alias BASED ON TRUE STORY :).

Buku Don’t Worry To Be A Mommy! terdiri dari enam chapter. Meta berhasil menuliskan pengalaman-pengalamannya sejak ia dinyatakan positif mengandung, dengan runut, termasuk gangguan-gangguan yang muncul (seperti gangguan jantung hormonal saat hamil –yang telah dengan sukses membuat Meta cuti sampai melahirkan, terserang baby blues syndrome setelah melahirkan, hingga produksi ASI nya yang sangat sedikit padahal Meta telah membulatkan tekad untuk memberikan ASI selama dua tahun pada putrinya), penyebab munculnya, hingga tips-tips dalam menghadapi gangguan-gangguan tersebut, dengan bahasa yang sederhana. Maka, buku ini sangat mudah dipahami oleh siapapun, sekalipun bukan seorang dokter anak.

Untuk memperjelas penjelasannya, Meta cukup banyak menyertakan gambar. Misalnya gambar breastpump, freezer khusus ASIP, Denver II chart, dan masih banyak lagi. Jujur, banyak sekali barang yang disebutkan Meta di buku ini, yang tidak saya ketahui wujudnya (mungkin karena saya belum menjadi ibu :)). Tapi karena Meta menyertakan gambar barang-barang tersebut, saya jadi tahu, dan bergumam ‘oalah, ini yang namanya breastpump, dan bla bla bla...’, karena ternyata barang-barang tersebut pernah saya temui, tapi saya tidak mengetahui istilahnya :). Sayangnya, gambar-gambar tersebut hitam-putih. Saya rasa, akan lebih jelas jika gambar yang sedikit rumit, seperti Denver II chart dicetak warna :).

Yang membuat buku ini semakin menarik adalah adanya pesan moral yang Meta selipkan diantara penggalan pengalaman hidupnya. Diantaranya, Meta mengingatkan kita untuk selalu bersyukur atas kesehatan yang Tuhan anugerahkan pada kita karena ternyata banyak anak (pasien Meta) yang harus berjuang melawan penyakit, tetapi tetap bisa ceria bahkan saling memberi semangat untuk menjalani pengobatan yang menyakitkan. Meta juga mengingatkan kita untuk selalu berprasangka baik pada orang lain karena setiap tindakan pasti dilakukan atas semangat untuk memberikan yang terbaik untuk anak karena setiap ibu sesungguhnya menyayangi anaknya, hanya cara dan bentuk ungkapan kasih sayang itulah yang berbeda, antar ibu :).

Dapat saya simpulkan bahwa Meta Hanindita menulis buku ini dengan semangat untuk membantu, menguatkan, dan meyakinkan para ibu dan calon ibu dengan berbagi pengalamannya, yang saat ini telah menjadi ibu, juga seorang calon dokter anak (sehingga Meta juga memberikan pembahasan secara ilmiah) bahwa menjadi ibu itu seru meski tidak mudah. Let’s, KEEP CALM AND WE WILL BE A GREAT MOMMY :).