Senin, 21 April 2014

NINTH DAY: Two EMOTIONS DESCRIBE My Life RIGHT NOW

Hello bloggy!

H-1 iniiiiii *bersemangat* :D

Akhir-akhir ini, saya merasakan bersalah dan sedih...

Mengapa merasa bersalah?

Saya merasa mudah lelah akhir-akhir ini. Sepertinya karena saya belum terlalu sembuh. Karena itulah, akhir-akhir ini, saya jadi lebih sering tidur, hari-hari saya terasa kurang produktif, saya juga menjadi sangat sensitif...

Saya jadi tidak punya waktu yang cukup adil untuk keluarga, Yunaraya, murid-murid saya, dan adik-adik Save Street Child Surabaya. Saya merasa melakukan hal-hal untuk mereka dengan sangat tidak maksimal :(. Saya sudah berusaha kuat, tapi ga bisa membuat saya dapat memberi lebih pada mereka semua seperti biasanya...

Sedih sekali rasanya saat saya secara tidak sengaja mengabaikan mereka hanya untuk tidur... Padahal moment-moment dengan mereka sangat saya nantikan. Misalnya, saat pagi, saya ingin segera siang agar dapat segera bertemu murid-murid saya dan menanyakan hari-hari mereka di sekolah. Tapi saat siang tiba, saya malah ingin segera tiba jadwal bertemu adik-adik Save Street Child Surabaya, rasa rindu pada mereka juga tidak kalah besar dengan murid-murid saya. Tapi ternyata saat itu tiba, saya ingin segera pulang agar dapat segera mengobrol seru dan rumpik dengan budhe dan sepupu saya. Tapi setelah sampai rumah, saya malah ingin segera tidur karena saya merasa sangat lelah. Padahal, saya masih harus mencicil printilan mengajar untuk mengajar besok. Akhirnya, besok pagi, saya dikejar-kejar waktu untuk segera menyelesaikan printilan itu sehingga 'mengabaikan' Yunaraya. Bangun pagi saya pun untuk Shalat Shubuh menjadi lebih siang. Saya tidak bisa lagi bangun dan tidak tidur lagi setelah Shalat Shubuh karena tubuh masih terasa sangat lelah. Bahkan, untuk memaksa tubuh agar tidak malas, saya mandi, tapi ternyata, setelah mandi, ga ada perubahan, badan saya malah ngilu-ngilu :(.

Pernah ya, saat Yunaraya ke tempat saya, saya malah 'asyik' mengerjakan printilan, padahal tempat saya dari kos Yunaraya itu sangat jauh, naik motor aja bisa butuh waktu sampai 45 menit.

Tapi saya bisa apa? :(


Mengapa saya merasa sedih?


Seperti yang bloggy tahu, saat ini Indonesia Mengajar memulai masa karantina Pengajar Muda VIII.

Betapa seringnya, twitter maupun facebook Indonesia Mengajar meng-update info mengenai calon pengajar muda VIII itu. Begitu pula dengan teman-teman yang saya temui saat seleksi tahap kedua. Facebook mereka terus meng-update perkembangan keberangkatan mereka ke Cisarua, tempat training mereka selama tujuh minggu.

Okelah ya kalau akun-akun Indonesia Mengajar yang meng-update karena saya tahu bahwa salah satu tugas mereka adalah 'promosi' supaya kedepannya mereka dapat menjaring generasi muda Indonesia yang semakin baik dan memperketat persaingan. Walau demikian, saya sempet yang kepengen unfollow account twitter Indonesia Mengajar yang rasanya setiap menit membuat hati saya tersayat *oke, ini lebay*. Tapi ga lah, saya masih mem-follow account Indonesia Mengajar dan sebangsanya, seperti Kelas Inspirasi, Indonesia Menyala, dan Jadi Pengajar Muda, karena melalui account-account mereka, saya selalu dapat mengembalikan semangat saya yang timbul tenggelam...

Tapi, yang saya ga habis pikir, mengapa teman-teman saya itu juga ikut update? Iya, itu memang hak mereka mau posting apa saja yang mereka mau di account social media mereka, tapi apa mereka ga memikirkan perasaan saya dan sekian ribu lainnya yang ga terpilih? Untuk apa mereka 'promosi' diri mereka?

Jujur, saat saya lolos ke seleksi tahap kedua dan 'mengalahkan' sekian ribu pendaftar lainnya, saya sangat berhati-hati menceritakan 'keberhasilan' saya itu. Saya takut ada pendaftar yang tidak lolos, yang sedih karena saya lolos.

Update mereka makin membuat saya sedih karena saya telah pernah hampir menjadi seperti mereka, tapi terhenti. Saya rasa, saya ga iri, tapi saya hanya sedih, seperti yang saya ceritakan di sini.

Bloggy, tolong doakan saya ya, supaya saya segera sembuh dan move on dari seleksi Pengajar Muda Indonesia Mengajar VIII :).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar