Jumat, 18 April 2014

SIXTH DAY: Five PEOPLE Who MEAN A LOT

Helloo bloggy! :D

Dalam menjalani hidup yang seperti naik roller coaster ini, tentu ada orang-orang yang tetap setia bersama sama dan membantu saya kembali ke atas. Dan tentu mereka menjadi orang-orang yang sangaaat berarti bagi saya (dan sering banget lho, sukses membuat saya terenyuh 'oh, betapa relanya mereka melakukan ini demi saya, balaslah segala kebaikan mereka Ya Allah, dengan kebaikan yang berkali-kali lipat') :).

They are:

1. Ibuku

Dari ibu, saya belajar lemah-lembut, kasih sayang, dan ga pelit.

Keluarga saya bukan keluarga yang sangat berada dan penuh gelimang harta, tapi ibu selalu merasa bahwa ada hak orang lain pada harta yang dimiliki. Selain itu, apa yang didapat di dunia sebenarnya hanya titipan Allah –untuk apa ‘menyimpan’ kekayaan yang dapat sewaktu-waktu diambil oleh Sang Empunya/mengapa tidak berbagi selagi bisa. Maka, mereka memutuskan untuk sebisa mungkin secara rutin memberi/berbagi rezeki dengan mereka yang membutuhkan, meskipun terkadang bentuk/jumlahnya kecil. Semoga bentuk berbagi yang walaupun kecil/sederhana dapat membantu/menolong/bermanfaat. Belum tentu bagi kita kecil/sederhana, bagi mereka juga demikian. Saya sering merasa malu pada mereka (yang tidak seberuntung saya maupun keluarga saya) karena saya hanya memberi hal sederhana, tapi mereka sangat senang bahkan sampai mendoakan hal-hal yang baik dengan tiada henti (suatu waktu, dia mengatakan pada ibu saya bahwa dia mengajak anak-anaknya untuk mendoakan saya dan adik saya setiap kali mereka selesai shalat), dimana hal yang sederhana tersebut kadang sulit saya ikhlaskan. Manusia memang tidak mau ‘rugi’ sedikitpun.

Rezeki, harta, kekayaan, yang saya maksud sebelumnya, bukan sebatas materi (uang, rumah, kendaraan, perhiasan, dan sebagainya). Rezeki, harta, kekayaan, mewakili hal-hal yang ‘kita’ miliki saat ini. Ilmu pengetahuan dan kesempatan, serta hal-hal yang sering terabaikan, menurut saya juga merupakan rezeki.

Itulah mengapa saya sangat mudah tersentuh. Saya juga senang bisa menjadi salah satu volunteer mengajar di komunitas Save Street Child Surabaya dan saat saya mengatakan hal ini, ibu saya sangat mendukung..:)

2. Bapakku

Bapak saya ini meski tegas, tapi sangat sering so sweet lhooo :). Saking kagumnya, saya sampai nulis ini. How so sweet my father is, isn't? :)

3. Om Agus

Om Agus ini om terkeran saya lhooo. Selain keren secara fisik (awalnya, saya ga ngeh kalau om saya ini memang keren, tapi setelah teman-teman saya dan teman-teman adik saya mengatakan bahwa om saya keren, saya jadi ngeh kalau ternyata om saya memang keren, wajahnya agak oriental :D), om saya ini menjadi tolak ukur saya dalam memilih teman dekat laki-laki.

Berkali-kali saya mengatakan bahwa saya ingin memiliki suami seperti Om Agus. Om Agus ini sholeh, tapi ga straight, cerdas, sabar, romantis, murah hati. Paket lengkap deh! :D :D :D

4. Budhe Nana

Budhe Nana ini sebelas dua belas dengan saya. Semangat, tekun, makanya prestasinya banyak, dan beranggapan penampilan sama pentingnya dengan kecantikan hati dan kecerdasan (sehingga tidak mengherankan jika saat ini, meski usianya 48, budhe tetap terlihat cantik dan modis). I love her, too :)

5. Bulik Nurul

Asli, bulik saya ini sangaaat perhatian. Bersama Om Agus, Bulik Nurul sering memberi kejutan pada saya.

Dari mereka pacaran, saya sudah disayangnya lhooo :). Dulu, waktu saya ikut Om Agus ke Malang, saya 'dititipkan' pada Bulik Nurul saat Om Agus kuliah. Saya juga selalu ikut ke mana pun mereka nge-date *mungkin Om Agus menjadikan saya ujian bagi Bulik Nurul, kalau Bulik Nurul menyayangi saya, berarti Bulik Nurul pantas dilamarnya *please, ignore, that's only an intermezo* :D*.

Yang paling saya ingat adalah saat Bulik Nurul meminta Om Agus untuk memasang kasa di ventilasi kamar kos saya agar saya tidak digigit nyamuk saat malam hari. That's so simple thing, but that's so meaningfull for me.


Yeay, that's my TOP FIVE PEOPLE who MEAN A LOT. I love them sooooo much! :*

Tidak ada komentar:

Posting Komentar